Posts Tagged ‘cinta’

New Spirit

Wednesday, April 9th, 2008

Setelah beberapa waktu aku mengalami beberapa cobaan dalam kehidupan ini dan sempat melupakan “Ibu” / “Mother of Universe”. Entah ada angin apa, orang tua ku mengajak ku ke Yoga Center yang ada tidak jauh dari rumah. Disana kami, terutama saya. Mendapatkan hal yang luar biasa disana. Karena semenjak dua tahun terakhir ini aku vakum dari dunia spiritual. Karena disebabkan Nabe/Guru spiritualku kena sakit stroke. Aktivitas di tempat aku dulu belajar juga vakum sekarang.

Kembali ke tempat yang baru, aku melihat beberapa foto orang-orang yang luar biasa di bidang spiritual. Ada beberapa tokoh yang aku tau. Dari beberapa foto disana ada fotonya Sai Baba dan Sri Sri Ravi Shankar yang juga merupakan Guru Besar dari Nabe/Guru  Ida Pandita Mpu Nabe Acharya Dhaksa.

Setelah beberapa lama melihat foto-foto tersebut, akhirnya kelas Yoga dimulai. Kami mempersiapkan diri masing-masing. Disana kita diajarkan beberapa technik Yoga. Yang paling aku suka adalah pas gerakan “Sawa Asana” Tidur terlentan dengan relax tanpa memikirkan apapun. Merasakan aliran udara pada nafas. Dan mungkin karena waktunya singkat. Aku hampir saja melupakan semua masalah. Eh sudah ke gerakan yang lain.

Saat acara Yoga/Meditasi berlangsung ada kata dari instruktur yang aku suka:

“Aku tidak mempermasalahkan masa lalu,

Aku tidak merisaukan masa depan,

Aku terima apa yang terjadi padaku saat ini dengan lapang dada dan penuh cinta kasih.”

Disana kami juga di anjurkan untuk tersenyum. karena tersenyum kita dan orang yang melihat kita akan merasa lebih baik. Daripada orang melihat kita dengan wajah yang cemberut.

Setelah dari sana, terasa ada semangat/spirit baru yang aku dapat.

Teman Lama

Friday, February 8th, 2008

Tidak disangka, teman seperjuangan Papaku dulu bisa bertemu lagi kali ini, setelah sejak tahun 1963 tidak pernah ada kontak sama sekali. Tidak disangka juga kalau keponakan dari teman Papaku adalah salah satu temanku.
Oooh…. Dunia ini sangat sempit.
Awalnya Aku dan Bapak ingin melihat-lihat Handicraft yang dijual oleh Bapaknya TutDe Darmayasa. Setelah sempat melihat-lihat beberapa lama di tokonya, Aku dan Papa iseng main ke rumah nya Tutde untuk melihat bagaimana proses pembuatan Handicraft nya. Kemudian Papa iseng menyebut salah satu nama yang katanya Papa sempat belajar sama beliau dulu.
Kami diajak menemui seseorang yang namanya mirip, eh… ternyata orang itu teman seperjuangan lama Papa. Cuma saja Papa salah menyebutkan nama Beliau.
Kami ngobrol beberapa lama untuk mengenang nostalgia lama.
Waktu tak terasa, dan karena kami punya acara lain dan akhirnya kami pamit pulang. Diperjalanan kami masih bicara tentang mereka dulu dan tanggapan dari Papa tentang Handicraft yang mereka bikin.

Ooh ya… hampir lupa tentang perjalanan kami sebelum sampai di Tampaksiring.
Diperjalanan kami berdiskusi tentang silsilah Bhatara Kawitan, yang mana umat di Bali masih banyak yang bingung tentang kawitan mereka. Tidak tau secara persis apa penyebabnya. Mungkin ada kesalah pahaman dan pengertian pada umat. Kira-kira ini dimulai sejak jaman Waturenggong. Dimana sejak jaman itu mulai ada Piodalisme sampai saat ini. Akan tepapisekarang umat sudah mulai membuka wawasan mereka dan kembali menelusuri Kawitan mereka.
Hal ini sekarang menjadi hal yang sangat sensitif, karena umat saling berargumen bahwa Kawitan Si-A lebih “TINGGI” daripada Kawitan Si-B demiian pula sebaliknya.
Tapi bila kita telusuri lebih dalam, bahwa Kawitan kita adalah SAMA. Tidak ada tinggi-rendah. Kita sebagai umat memiliki asal mula yang sama.
Aku bertanya kepada diriku sendiri, “Siapa sih di Dunia ini Bukan Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ?”
Bila kita sadar dan memahami serta mencintai sesama ciptaan Tuhan, itu berarti pula kita mencintai Tuhan itu sendiri. Karena di setiap ciptaan Tuhan ada Tuhan. Jika kita saling menghargai dan mencintai sesama, Perdamaian Dunia PASTI bisa terwujud.